<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule">

<channel>
	<title>BENDORO RADEN MAZ</title>
	<atom:link href="http://kusnaryadi.bedeng.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kusnaryadi.bedeng.com</link>
	<description>Just another Bedeng.com weblog</description>
	<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 03:54:30 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>PENCURI MASAKAN</title>
		<link>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/10/22/pencuri-masakan/</link>
		<comments>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/10/22/pencuri-masakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 03:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kusnaryadi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kusnaryadi.bedeng.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[test]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size: x-small;font-family: Arial"></p>
<h3 class="storytitle"><a rel="bookmark" href="http://mimbarjumat.com/archives/146">Pencuri Masakan</a></h3>
<div class="meta">admin | <a title="View all posts in Kisah" rel="category tag" href="http://mimbarjumat.com/archives/category/kisah">Kisah</a> | Oktober, 2008<span> <img src='http://kusnaryadi.bedeng.com/wp-includes/images/smilies/kucing_ampun.gif' alt=':lari:' class='wp-smiley' />  <img src='http://kusnaryadi.bedeng.com/wp-includes/images/smilies/kucing_ampun.gif' alt=':lari:' class='wp-smiley' /> </span></div>
<div class="storycontent">
<p>Di Damaskus, ada sebuah mesjid besar, namanya mesjid Jami’ At-Taubah. Saat  itu ada pemuda yang bertempat di sebuah kamar dalam masjid. Sudah dua hari  berlalu tanpa ada makanan yang dapat dimakannya. Dia tidak mempunyai makanan  ataupun uang untuk membeli makanan. Saat datang hari ketiga dia merasa bahwa dia  akan mati, lalu dia berfikir tentang apa yang akan dilakukan. Menurutnya, saat  ini dia telah sampai pada kondisi terpaksa yang membolehkannya memakan bangkai  atau mencuri sekadar untuk bisa menegakkan tulang punggungnya. Itulah  pendapatnya pada kondisi semacam ini.</p>
<p>Masjid tempat dia tinggal itu, atapnya bersambung dengan atap beberapa rumah  yang ada disampingnya. Hal ini memungkinkan sesorang pindah dari rumah pertama  sampai terakhir dengan berjalan diatas atap rumah-rumah tersebut. Maka, dia pun  naik ke atas atap masjid dan dari situ dia pindah kerumah sebelah. Di situ dia  melihat orang-orang wanita, maka dia memalingkan pandangannya dan menjauh dari  rumah itu. Lalu dia lihat rumah yang di sebelahnya lagi. Keadaannya sedang sepi  dan dia mencium ada bau masakan berasal dari rumah itu. Rasa laparnya bangkit,  seolah-olah bau masakan tersebut magnet yang menariknya.</p>
<p>Rumah-rumah dimasa itu banyak dibangun dengan satu  lantai, maka dia melompat dari atap ke dalam serambi. Dalam sekejap dia sudah  berada di dalam rumah dan dengan cepat dia masuk ke dapur lalu mengangkat tutup  panci yang ada disitu. Dilihatnya sebuah terong besar dan sudah dimasak. Lalu  dia ambil satu, karena rasa laparnya dia tidak lagi merasakan panasnya,  digigitlah terong yang ada ditangannya dan saat itu dia mengunyah dan hendak  menelannya, dia ingat dan timbul lagi kesadaran beragamanya. Langsung dia  berkata, ‘A’udzu billah! Aku adalah penuntut ilmu dan tinggal di mesjid ,  pantaskah aku masuk kerumah orang dan mencuri barang yang ada di dalamnya?’ Dia  merasa bahwa ini adalah kesalahn besar, lalu dia menyesal dan beristigfar kepada  Allah, kemudian mengembalikan lagi terong yang ada ditangannya. Akhirnya dia  pulang kembali ketempat semula. Lalu ia masuk kedalam masjid dan mendengarkan  syaikh yang saat itu sedang mengajar. Karena terlalu lapar dia tidak dapat  memahami apa yang dia dengar.</p>
<p>Ketika majlis itu selesai dan orang-orang sudah pulang, datanglah seorang  perempuan yang menutup tubuhnya dengan hijab -saat itu memang tidak ada  perempuan kecuali dia memakai hijab-, kemudian perempuan itu berbicara dengan  syaikh. Sang pemuda tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakannya. Akan  tetapi, secara tiba-tiba syaikh itu melihat ke sekelilingnya. Tak tampak olehnya  kecuali pemuda itu, dipanggilah ia dan syaikh itu bertanya, ‘Apakah kamu sudah  menikah?’, dijawab, ‘Belum,’. Syaikh itu bertanya lagi, ‘Apakah kau ingin  menikah?’. Pemuda itu diam. Syaikh mengulangi lagi pertanyaannya. Akhirnya  pemuda itu angkat bicara, ‘Ya Syaikh, demi Allah! Aku tidak punya uang untuk  membeli roti, bagaimana aku akan menikah?’. Syaikh itu menjawab, ‘Wanita ini  datang membawa khabar, bahwa suaminya telah meninggal dan dia adalah orang asing  di kota ini. Di sini bahkan di dunia ini dia tidak mempunyai siapa-siapa kecuali  seorang paman yang sudah tua dan miskin’, kata syaikh itu sambil menunjuk  seorang laki-laki yang duduk di pojokkan. Syaikh itu melanjutkan pembicaraannya,  ‘Dan wanita ini telah mewarisi rumah suaminya dan hasil penghidupannya.  Sekarang, dia ingin seorang laki-laki yang mau menikahinya, agar dia tidak  sendirian dan mungkin diganggu orang. Maukah kau menikah dengannya? Pemuda itu  menjawab ‘Ya’. Kemudian Syaikh bertanya kepada wanita itu, ‘Apakah engkau mau  menerimanya sebagai suamimu?’, ia menjawab ‘Ya’. Maka Syaikh itu mendatangkan  pamannya dan dua orang saksi kemudian melangsungkan akad nikah dan membayarkan  mahar untuk muridnya itu. Kemudian syaikh itu berkata, ‘peganglah tangan  isterimu!’ Dipeganglah tangan isterinya dan sang isteri membawanya kerumahnya.  Setelah keduanya masuk kedalam rumah, sang isteri membuka kain yang menutupi  wajahnya. Tampaklah oleh pemuda itu, bahwa dia adalah seorang wanita yang masih  muda dan cantik. Rupanya pemuda itu sadar bahwa rumah itu adalah rumah yang tadi  telah ia masuki.</p>
<p>Sang isteri bertanya, ‘Kau ingin makan?’ ‘Ya’ jawabnya. Lalu dia membuka  tutup panci didapurnya. Saat melihat buah terong didalamnya dia berkata: ‘heran  siapa yang masuk kerumah dan menggigit terong ini?!’. Maka pemuda itu menangis  dan menceritakan kisahnya. Isterinya berkomentar, ‘Ini adalah buah dari sifat  amanah, kau jaga kehormatanmu dan kau tinggalkan terong yang haram itu, lalu  Allah berikan rumah ini semuanya berikut pemiliknya dalam keadaan halal. Barang  siapa yang meninggalkan sesuatu ikhlas karena Allah, maka akan Allah ganti  dengan yang lebih baik dari itu.</p>
<p><em>Sumber : http://abihafiz.wordpress.com</em></p>
<p><span> <img src='http://kusnaryadi.bedeng.com/wp-includes/images/smilies/kucing_ampun.gif' alt=':lari:' class='wp-smiley' />  <img src='http://kusnaryadi.bedeng.com/wp-includes/images/smilies/kucing_ampun.gif' alt=':lari:' class='wp-smiley' /> </span></div>
<p></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/10/22/pencuri-masakan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TANDA-TANDA HUSNUL KHOTIMAH</title>
		<link>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/07/17/tanda-tanda-husnul-khotimah/</link>
		<comments>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/07/17/tanda-tanda-husnul-khotimah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 07:13:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kusnaryadi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kusnaryadi.bedeng.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[
Tanda-tanda  Husnul Khatimah
Oleh : Admin
Setiap hamba Allah yang berjalan diatas manhajnya yang lurus  yang berusaha meneladani kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya ajmain tentu  sangat mengharapkan akhir kesudahan yang baik. Allah telah menetapkan  tanda-tandanya dintara tanda-tanda husnul khatimah  itu
adalah:
Pertama,mengucapkan kalimah syahadat ketika  wafat
Rasulullah bersabda :&#8221;barangsiapa yang pada akhir kalimatnya  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-family: Arial;font-size: x-small"></p>
<p align="center"><span style="font-size: medium"><strong><span style="color: #6600ff">Tanda-tanda  Husnul Khatimah</span></strong></span><br />
Oleh : Admin</p>
<p align="justify">Setiap hamba Allah yang berjalan diatas manhajnya yang lurus  yang berusaha meneladani kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya ajmain tentu  sangat mengharapkan akhir kesudahan yang baik. Allah telah menetapkan  tanda-tandanya dintara tanda-tanda husnul khatimah  itu<br />
adalah:</p>
<p>Pertama,mengucapkan kalimah syahadat ketika  wafat</p>
<p>Rasulullah bersabda :&#8221;barangsiapa yang pada akhir kalimatnya  mengucapkan &#8220;La ilaaha illallah&#8221; maka ia dimasukkan kedalam surga&#8221; (HR.  Hakim)</p>
<p>kedua, ketika wafat dahinya berkeringat</p>
<p>Ini berdasarkan  hadits dari Buraidah Ibnul Khasib adalah Buraidah dahulu ketika di Khurasan,  menengok saudaranya yang tengah sakit, namun didapatinya ia telah wafat, dan  terlihat pada jidatnya berkeringat, kemudian ia berkata,&#8221;Allahu Akbar, sungguh  aku telah mendengar Rasulullah bersabda: Matinya seorang mukmin adalah dengan  berkeringat dahinya&#8221; (HR. Ahmad, AN-Nasai, at-Tirmidzi, Ibnu MAjah, Ibnu Hibban,  Al-Hakim dan ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas&#8217;ud)</p>
<p>ketiga, wafat pada  malam jum&#8217;at</p>
<p>Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah &#8220;Tidaklah seorang  muslim yang wafat pada hari jum&#8217;at atau pada malam jum&#8217;at kecuali pastilah Allah  menghindarkannya dari siksa kubur&#8221; (HR. Ahmad)</p>
<p>keempat, mati syahid dalam  medan perang<br />
Mengenai hal ini Allah berfirman:</p>
<p>&#8220;Janganlah kamu mengira  bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi  Tuhan-Nya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan  karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap  orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak  ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka  bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan bahwa Allah  tidak menyia-nyiakan pahal orang-orang yang beriman&#8221; (Ali Imraan:169-171) Adapun  hadits-hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang berkenaan dengan  masalah ini sangat banyak dijumpai diantaranya adalah sebagai berikut:</p>
<p>1.  Rasulullah bersabda:</p>
<p>&#8220;Bagi orang yang mati syahid ada 6 keistimewaan  yaitu:<br />
diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya mengucur, melihat  tempatnya didalam surga, dilindungi dari adzab kubur, dan terjamin keamanannya  dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman, dikawinkan dengan bidadari, dan  diperkenankan memeberikan syafa&#8217;at bagi 70 orang kerabatnya&#8221; (HR. at-Tirmidzi,  Ibnu Majah, dan Ahmad) 2. Seorang sahabat Rasulullah<br />
berkata: &#8220;Ada seorang  laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata: Wahai Rasulullah mengapa orang  mukmin mengalami fitnah dikuburan mereka kecuali yang mati syahid? beliau  menjawab: Cukuplah ia menghadapi gemerlapnya pedang diatas kepalanya sebagai  fitnah&#8221;<br />
(HR. an-Nasai)</p>
<p>catatan:</p>
<p>Dapatlah memperoleh mati syahid  asalkan permintaannya benar-benar muncul dari lubuk hati dan penuh dengan  keikhlasan, kendatipu ia tidak mendapatkan kesempatan mati syahid dalam  peperangan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: &#8220;Barang siapa yang memohon  mati syahid kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan menyampaikannya  derajat para syuhada sekalipun ia mati diatas ranjangnya&#8221;(HR. Imam Muslim  dan<br />
al-Baihaqi)</p>
<p>kelima, mati dalam peperangan fisabilillah Ada dua  hadist Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:</p>
<p>1. Rasulullah bersabda:&#8221;Apa  yang kalian katagorikan sebagai orang yang mati syahid diantara kalian? mereka  menjawab :Wahai Rasulullah yang kami anggap sebagai orang yang mati syahid  adalah siapa sja yang mati terbunuh dijalan Allah. Beliau bersabda:Kalau begitu  ummatku yang mati syahid sangatlah sedikit. Para sahabat kembali bertanya: Kalau  begitu siapa sajakah dari mereka yang mati syahid wahai Rasulullah? beliau  menjawab: Barangsiapa yang terbunuh dijalan Allah, yang mati sedang berjuang  dijalan Allah, dan yang mati karena penyakit kolera, yang mati karena penyakit  perut (yakni disebabkan penyakit yang menyerang perut seperti busung lapar,  diare atau sejenisnya) maka dialah syahid dan orang-orang yang mati tenggelam  dialah syahid &#8220;(HR. Muslim, Ahmad, dan al-Baihaqi)</p>
<p>2. Rasulullah  bersabda: Siapa saja yang keluar dijalan Allah lalu mati atau terbunuh maka ia  adalah mati syahid. Atau yang dibanting oleh kuda atau untanya lalu mati atau  digigit binatang beracun atau mati diatas ranjangnya dengan kematian apapun yang  dikehendaki Allah, maka ia pun syahid dan baginya surga&#8221; (HR. Abu Daud,al-Hakim,  dan al-Baihaqi)</p>
<p>keenam , mati disebabkan penyakit kolera.</p>
<p>Tentang  ini banyak hadits Rasulullah meriwayatkannya diantaranya sebagai  berikut:</p>
<p>1. Dari Hafshah binti Sirin bahwa Anas bin MAlik  berkata:&#8221;Bagaimana Yahya bin Umrah mati? Aku jawab: &#8220;Karena terserang penyakit  kolera&#8221; ia berkata:Rasulullah telah bersabda: penyakit kolera adalah penyebab  mati syahid bagi setiap muslim&#8221; (HR. Bukhari, ath-Thayalusi dan Ahmad)</p>
<p>2.  Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang penyakit kolera. Lalu beliau  menjawab;&#8221;Adalah dahulunya penyakit kolera merupakan adzab yang Allah timpakan  kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya kemudia Dia jadikan sebagai rahmat bagi  kaum mukmin. Maka tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah kolera lalu ia  menetap dikampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan  menimpanya kecuali apa yang Allah tetapkan baginya pahala orang yang mati  syahid&#8221;(HR. Bukhari, al-Baihaqi dan Ahmad)</p>
<p>kedelapan, mati karena  tenggelam.</p>
<p>kesembilan, mati karena tertimpa reruntuhan/tanah  longsor.</p>
<p>Dalil dari 2 point diatas adalah berdasarkan sabda Rasulullah  shalallahu alaihi wassalam: &#8220;Para syuhada itu ada lima; orang yang mati karena  wabah kolera, karena sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan  syahid berperang dijalan Allah&#8221; (HR.Imam Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan  Ahmad)</p>
<p>kesepuluh, perempuan yang meninggal karena melahirkan.</p>
<p>Ini  berdasarkan hadits yang diberitakan dari Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu anhu  bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menjenguk Abdullah bin Rawahah yang  tidak bisa beranjak dari pembaringannya, kemudian beliau bertanya : &#8220;Tahukah  kalian siapa syuhada dari ummatku? orang-orang yang ada menjawab:Muslim yang  mati terbunuh&#8221; beliau bersabda:Kalau hanya itu para syuhada dari ummatku hanya  sedikit. Muslim yang mati terbunuh adalah syahid, dan mati karena penyakit  kolera adalah syahid, begitu pula perempuan yang mati karena bersalin adalah  syahid (anaknya yang akan menariknya dengan tali pusarnya kesurga)&#8221; (HR. Ahmad,  Darimi, dan ath-Thayalusi) menurut Imam Ahmad ada periwayatan seperti itu  melalui jalur sanad lain dalam Musnad-nya.</p>
<p>kesebelas, mati  terbakar.</p>
<p>keduabelas, mati karena penyakit busung perut.</p>
<p>Tentang  kedua hal ini banyak sekali riwayat, dan yang paling masyhur adalah dari Jabir  bin Atik secara<br />
marfu&#8217;: &#8220;Para syuhada ada 7: mati terbunuh dijalan Allah,  karena penyakit kolera adalah syahid,mati tenggelam adalah syahid,karena busung  lapar adalah syahid, karena penyakit perut keracunan adalah syahid,karena  terbakar adalah syahid, dan yang mati karena tertimpa reruntuhan(bangunan atau  tanah<br />
longsor) adalah syahid, serta wanita yang mati pada saat mengandung  adalah syahid&#8221; (HR. Imam Malik, Abu Daud, An-Nasa&#8217;i, Ibnu MAjah dan  Ahmad)</p>
<p>Ketigabelas, mati karena penyakit Tubercolosis (TBC).<br />
Ini  berdasarakan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: &#8220;Mati dijalan Allah  adalah syahid, dan perempuan yang mati ketika tengah melahirkan adalah syahid,  mati karena terbakar adalah syahid, mati karena tenggelam adalah syahid, mati  karena penyakit TBC adalah syahid, dan mati karena penyakit perut  adalah<br />
syahid&#8221;(HR.Thabrani)</p>
<p>keempatbelas, mati karena mempertahankan  harta dari perampok.<br />
Dalam hal ini banyak sekali haditsnya, diantaranya  sebagai berikut:</p>
<p>1. &#8220;Barangsiapa yang mati karena mempertahankan hartanya  (dalam riwayat lain; Barang siapa menuntut hartanya yang dirampas lalu ia  terbunuh) adalah syahid&#8221; (HR. Bukhari, Muslim, Abu DAud, an-Nasa&#8217;i, at-Tirmidzi,  Ibnu Majah, dan Ahmad)</p>
<p>2. Abu Hurairah berkata, seorang laki-laki datang  kepada Nabi seraya berkata: &#8220;Ya, Rasulullah, beritahukanlah kepadaku bagaimana  bila ada seseorang yang datang dan akan merampas hartaku&#8221; beliau menjawab:  &#8216;jangan engkau berikan&#8217; Ia bertanya; bagaimana kalau ia membunuhku?<br />
beliau  menjawab; Engkau mati syahid. Orang itu bertanya kembali,Bagaimana kalau aku  yang membunuhnya?<br />
beliau menjawab; ia masuk neraka&#8221;(HR. Imam Muslim,  an-Nasa&#8217;i dan Ahmad)</p>
<p>3. Mukhariq berkata, seorang laki-laki datang kepada  Nabi dan berkata :</p>
<p>&#8220;ada seorang laki-laki hendak merampas hartaku, beliau  bersabda: Ingatkan dia akan Allah. Orang itu bertanya: bila tetap saja tak mau  berdzikir? beliau menjawab:<br />
Mintalah tolong orang disekitarmu dalam  mengatasinya.Orang itu bertanya lagi : Bila tidak saya dapati disekitarku  seorangpun? Beliau menjawab:Serahkan dan minta tolonglah kepada penguasa.Ia  bertanya: Bila penguasa itu jauh tempatnya dariku? beliau bersabda: berkelahilah  dalam membela hartamu hingga kau mati dan menjadi syahid atau mencegah hartamu  dirampas&#8221; (HR. An-Nasa&#8217;i, dan Ahmad)</p>
<p>kelima belas dan keenam belas, mati  dalam membela agama dan jiwa.<br />
Dalam hal ini ada dua riwayat hadits sebagai  berikut:</p>
<p>1.&#8221;"Barangsiapa mati terbunuh dalam membela hartanya maka ia  mati syahid, dan siapa saja yang mati dalam membela keluarganya maka ia mati  syahid, dan barang siapa yang mati dlam rangka membela agama(keyakinannya) maka  ia mati syahid, dan siapa saja yang mati mempertahankan darah (jiwanya) maka ia  syahid&#8221; (HR. Abu Daud, an-Nasa&#8217;i, at-tirmidzi, dan Ahmad)</p>
<p>2. &#8220;Barangsiapa  mati dalam rangka menuntut haknya maka ia mati syahid&#8221; (HR.  An-Nasa&#8217;i)</p>
<p>ketujuhbelas, mati dalam berjaga-jaga (waspada) dijalan  Allah.<br />
Dalam hal ini ada dua hadits dari Rasulullah shalallahu alaihi wasslam  :</p>
<p>1.&#8221;Berjaga-jaga (waspada) dijalan Allah sehari semalam adalah lebih  baik daripada berpuasa selama sebulan dengan mendirikan (shalat) pada malam  harinya. Apabila ia mati, maka mengalirkan pahala amalannya yang dahulu  dilakukannya dan juga rezekinya serta aman dari siksa kubur(fitnah kubur)&#8221; (HR.  Imam Muslim, an-Nasa&#8217;i, Tirmidzi, Hakim dan Ahmad)</p>
<p>2. &#8220;setiap orang yang  meninggal akan disudahi amalannya kecuali orang yang mati dalam berjaga-jaga  dijalan Alllah, maka amalannya dikembangkan hingga tiba hari kiamat nanti serta  terjaga dari fitnah kubur&#8221; (HR. ABu Daud, Tirmidzi, Hakim, dan  Ahmad)</p>
<p>kedelapan belas, orang yang meninggal pada saat mengerjakan amal  shaleh.<br />
Ini berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:  &#8220;Barangsiapa mengucapkan &#8216;laa ilaaha illallah&#8217; dengan berharap akan keridhaan  Allah, dan diakhir hidupnya mengucapkannya, maka ia akan masuk surga. Dan,  barangsiapa yang berpuasa sehari mengharap keridhaan Allah kemudian mengakhiri  hidupnya dengannya (puasa), maka ia masuk surga. Dan barangsiapa bersedekah  mencari ridha Allah dan menyudahinya dengan (sedekah) maka ia akan masuk surga&#8221;  (HR. Ahmad)</p>
<p>tammat walhamdulillahi rabbil alamiin. Mudah-mudahan Allah  menjadikan akhir hidup kita husnul khatimah dan memasukkannya dalam golongan  orang-orang yang mati syahid ami<span> <img src='http://kusnaryadi.bedeng.com/wp-includes/images/smilies/anger.png' alt=':angry:' class='wp-smiley' />  <img src='http://kusnaryadi.bedeng.com/wp-includes/images/smilies/anger.png' alt=':angry:' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/07/17/tanda-tanda-husnul-khotimah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KISAH ASABUL KAHFI</title>
		<link>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/07/01/kisah-asabul-kahfi/</link>
		<comments>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/07/01/kisah-asabul-kahfi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 07:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kusnaryadi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kusnaryadi.bedeng.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[


Kategori kisah :Hikmah


Kisah Ashabul Kahfi





Ashhabul Kahfi adalah para pemuda yang diberi taufik dan ilham  oleh Allah Subhanahu wa Ta�ala sehingga mereka beriman dan mengenal Rabb mereka.  Mereka mengingkari keyakinan yang dianut oleh masyarakat mereka yang menyembah  berhala. Mereka hidup di tengah-tengah bangsanya sembari tetap menampakkan  keimanan mereka ketika berkumpul sesama mereka, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="content" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="kategori">Kategori kisah :Hikmah</td>
</tr>
<tr>
<td class="judul">Kisah Ashabul Kahfi</td>
</tr>
<tr>
<td class="penulis"></td>
</tr>
<tr>
<td align="justify">Ashhabul Kahfi adalah para pemuda yang diberi taufik dan ilham  oleh Allah Subhanahu wa Ta�ala sehingga mereka beriman dan mengenal Rabb mereka.  Mereka mengingkari keyakinan yang dianut oleh masyarakat mereka yang menyembah  berhala. Mereka hidup di tengah-tengah bangsanya sembari tetap menampakkan  keimanan mereka ketika berkumpul sesama mereka, sekaligus karena khawatir akan  gangguan masyarakatnya. Mereka mengatakan:</p>
<p>رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ  وَاْلأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُوْنِهِ إِلَهًا لَقَدْ قُلْنَا إِذًا  شَطَطًا</p>
<p>�Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi, kami sekali-kali tidak  akan menyeru Rabb selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan  perkataan yang jauh.� (Al-Kahfi: 14)<br />
Yakni, apabila kami berdoa kepada selain  Dia, berarti kami telah mengucapkan suatu شَطَطًا (perkataan yang jauh), yaitu  perkataan palsu, dusta, dan dzalim.<br />
Allah Subhanahu wa Ta�ala menyebutkan  perkataan mereka selanjutnya:</p>
<p>هَؤُلاَءِ قَوْمُنَا اتَّخَذُوا مِنْ  دُوْنِهِ آلِهَةً لَوْلاَ يَأْتُوْنَ عَلَيْهِمْ بِسُلْطَانٍ بَيِّنٍ فَمَنْ  أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللهِ كَذِبًا</p>
<p>�Kaum kami ini telah  mengambil sesembahan-sesembahan selain Dia. Mereka tidak mengajukan alasan yang  terang (tentang keyakinan mereka?) Siapakah yng lebih dzalim daripada  orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?� (Al-Kahfi:  15)<br />
Ketika mereka sepakat terhadap persoalan ini, mereka sadar, tidak mungkin  menampakkannya kepada kaumnya. Mereka berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta�ala  agar memudahkan urusan mereka:</p>
<p>رَبَّنَاآتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا</p>
<p>�Wahai Rabb kami, berilah kami  rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam  urusan kami.� (Al-Kahfi: 10)<br />
Mereka pun menyelamatkan diri ke sebuah gua yang  telah Allah Subhanahu wa Ta�ala mudahkan bagi mereka. Gua itu cukup luas dengan  pintu menghadap ke utara sehingga sinar matahari tidak langsung masuk ke  dalamnya. Kemudian mereka tertidur dengan perlindungan dan pegawasan dari Allah  selama 309 tahun. Allah Subhanahu wa Ta�ala buatkan atas mereka pagar berupa  rasa takut meskipun mereka sangat dekat dengan kota tempat mereka tinggal. Allah  Subhanahu wa Ta�ala sendiri yang menjaga mereka selama di dalam gua. Allah  Subhanahu wa Ta�ala berfirman:</p>
<p>وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِيْنِ وَذَاتَ  الشِّمَالِ</p>
<p>�Dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri.�  (Al-Kahfi: 18)<br />
Demikianlah agar jasad mereka tidak dirusak oleh tanah.  Setelah tertidur sekian ratus tahun lamanya, Allah Subhanahu wa Ta�ala  membangunkan mereka لِيَتَسَاءَلُوا (agar mereka saling bertanya), dan supaya  mereka pada akhirnya mengetahui hakekat yang sebenarnya. Allah Subhanahu wa  Ta�ala berfirman:</p>
<p>قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ قَالُوا  لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ  فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَذِهِ إِلَى  الْمَدِْينَةِ</p>
<p>�Berkatalah salah seorang dari mereka: �Sudah berapa lama  kalian menetap (di sini)?� Mereka menjawab: �Kita tinggal di sini sehari atau  setengah hari.� Yang lain berkata pula: �Rabb kalian lebih mengetahui berapa  lamanya kalian berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kalian  pergi ke kota membawa uang perakmu ini�.� (Al-Kahfi: 19)</p>
<p>Di dalam kisah  ini terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang nyata. Di antaranya:<br />
1.  Walaupun menakjubkan, kisah para penghuni gua ini bukanlah ayat Allah yang  paling ajaib. Karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta�ala mempunyai ayat-ayat  yang menakjubkan yang di dalamnya terdapat pelajaran berharga bagi mereka yang  mau memerhatikannya.<br />
2. Sesungguhnya siapa saja yang berlindung kepada Allah,  niscaya Allah Subhanahu wa Ta�ala melindunginya dan lembut kepadanya, serta  menjadikannya sebagai sebab orang-orang yang sesat mendapat hidayah (petunjuk).  Di sini, Allah Subhanahu wa Ta�ala telah bersikap lembut terhadap mereka dalam  tidur yang panjang ini, untuk menyelamatkan iman dan tubuh mereka dari fitnah  dan pembunuhan masyarakat mereka. Allah menjadikan tidur ini sebagai bagian dari  ayat-ayat (tanda kekuasaan)-Nya yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah  dan berlimpahnya kebaikan-Nya. Juga agar hamba-hamba-Nya mengetahui bahwa janji  Allah itu adalah suatu kebenaran.<br />
3. Anjuran untuk mendapatkan ilmu yang  bermanfaat sekaligus mencarinya. Karena sesungguhnya Allah mengutus mereka  adalah untuk hal itu. Dengan pembahasan yang mereka lakukan dan pengetahuan  manusia tentang keadaan mereka, akan menghasilkan bukti dan ilmu atau keyakinan  bahwa janji Allah adalah benar, dan bahwa hari kiamat yang pasti terjadi  bukanlah suatu hal yang perlu disangsikan.<br />
4. Adab kesopanan bagi mereka yang  mengalami kesamaran atau ketidakjelasan akan suatu masalah ilmu adalah hendaklah  mengembalikannya kepada yang mengetahuinya. Dan hendaknya dia berhenti dalam  perkara yang dia ketahui.<br />
5. Sahnya menunjuk wakil dalam jual beli, dan sah  pula kerjasama dalam masalah ini. Karena adanya dalil dari ucapan mereka dalam  ayat:</p>
<p>فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَذِهِ إِلَى  الْمَدِيْنَة</p>
<p>�Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota  membawa uang perakmu ini.� (Al-Kahfi: 19)<br />
6. Boleh memakan makanan yang baik  dan memilih makanan yang disenangi atau sesuai selera, selama tidak berbuat  israf (boros atau berlebihan) yang terlarang, berdasarkan  dalil:</p>
<p>فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَى طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ  مِنْهُ</p>
<p>�Hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka  hendaklah dia membawa makanan itu untukmu.� (Al-Kahfi: 19)<br />
7. Melalui kisah  ini kita dianjurkan untuk berhati-hati dan mengasingkan diri atau menjauhi  tempat-tempat yang dapat menimbulkan fitnah dalam agama. Dan hendaknya seseorang  menyimpan rahasia sehingga dapat menjauhkannya dari suatu kejahatan.<br />
8.  Diterangkan dalam kisah ini betapa besar kecintaan para pemuda yang beriman itu  terhadap ajaran agama mereka. Dan bagaimana mereka sampai melarikan diri,  meninggalkan negeri mereka demi menyelamatkan diri dari segenap fitnah yang akan  menimpa agama mereka, untuk kembali pada Allah Subhanahu wa Ta�ala.<br />
9.  Disebutkan dalam kisah ini betapa luasnya akibat buruk dari kemudaratan dan  kerusakan yang menumbuhkan kebencian dan upaya meninggalkannya. Dan sesungguhnya  jalan ini adalah jalan yang ditempuh kaum mukminin.<br />
10. Bahwa firman Allah  Subhanahu wa Ta�ala:</p>
<p>قَالَ الَّذِيْنَ غَلَبُوا عَلَى أَمْرِهِمْ  لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِمْ مَسْجِدًا</p>
<p>�Orang-orang yang berkuasa atas  urusan mereka berkata: �Sungguh kami tentu akan mendirikan sebuah rumah ibadah  di atas mereka�.� (Al-Kahfi: 21)<br />
Di dalam ayat ini terdapat dalil bahwa  masyarakat di mana mereka hidup (setelah bangun dari tidur panjang) adalah  orang-orang yang mengerti agama. Hal ini diketahui karena mereka sangat  menghormati para pemuda itu sehingga sangat berkeinginan membangun rumah ibadah  di atas gua mereka. Dan walaupun ini dilarang �terutama dalam syariat agama  kita� tetapi tujuan diceritakannya hal ini adalah sebagai keterangan bahwa rasa  takut yang begitu besar yang dirasakan oleh para pemuda tersebut akan fitnah  yang mengancam keimanannya, serta masuknya mereka ke dalam gua telah Allah  Subhanahu wa Ta�ala gantikan sesudah itu dengan keamanan dan penghormatan yang  luar biasa dari manusia. Dan ini adalah ketetapan Allah Subhanahu wa Ta�ala  terhadap orang yang menempuh suatu kesulitan karena Allah, di mana Dia jadikan  baginya akhir perjalanan yang sangat terpuji.<br />
11. Pembahasan yang  berbelit-belit dan tidak bermanfaat adalah suatu hal yang tidak pantas untuk  ditekuni, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta�ala:</p>
<p>فَلاَ تُمَارِ  فِيْهِمْ إلاَّ مِرَاءً ظَاهِرًا</p>
<p>�Karena itu janganlah kamu (Muhammad)  bertengkar tentang keadaan mereka, kecuali pertengkaran lahir saja.� (Al-Kahfi:  22)<br />
12. Faedah lain dari kisah ini bahwasanya bertanya kepada yang tidak  berilmu tentang suatu persoalan atau kepada orang yang tidak dapat dipercaya,  adalah perbuatan yang dilarang. Karena Allah Subhanahu wa Ta�ala  menyebutkan:</p>
<p>وَلاَ تَسْتَفْتِ فِيْهِمْ مِنْهُمْ أَحَدًا</p>
<p>�Dan  jangan pula bertanya mengenai mereka (para pemuda itu) kepada salah seorang di  antara mereka itu.� (Al-Kahfi: 22)<br />
Wallahu a�lam.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>k <img src='http://kusnaryadi.bedeng.com/wp-includes/images/smilies/kucing_marah.gif' alt=':marah:' class='wp-smiley' />  <img src='http://kusnaryadi.bedeng.com/wp-includes/images/smilies/kucing_marah.gif' alt=':marah:' class='wp-smiley' />  &gt;:D&lt;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/07/01/kisah-asabul-kahfi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MISTERI KEMATIAN</title>
		<link>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/05/29/misteri-kematian/</link>
		<comments>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/05/29/misteri-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 03:06:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kusnaryadi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[MISTERI KEMATIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kusnaryadi.bedeng.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Misteri  Kematian&#8230;
Oleh : Admin
Kakekku yang berusia 85 tahun, meninggal dunia, pada Jum’at  pagi. Kabar dari kampung halaman itu, membuat ayahku menangis. Ayah dan ibuku  segera memesan tiket untuk pulang ke kampung halaman.
Sepulangnya dari  tempat kakek dan nenek, ayah menceritakan padaku bagaimana proses kematian  kakek. Aku menyimak cerita ayahku, sambil tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><span><span style="font-size: medium"><strong><span style="color: #6600ff"><span style="color: #6600ff">M</span>isteri  Kematian&#8230;</span></strong></span><br />
Oleh : Admin</span></p>
<p align="justify"><span>Kakekku yang berusia 85 tahun, meninggal dunia, pada Jum’at  pagi. Kabar dari kampung halaman itu, membuat ayahku menangis. Ayah dan ibuku  segera memesan tiket untuk pulang ke kampung halaman.</p>
<p>Sepulangnya dari  tempat kakek dan nenek, ayah menceritakan padaku bagaimana proses kematian  kakek. Aku menyimak cerita ayahku, sambil tak henti beristighfar. Semoga dari  kisah ini, bisa kita ambil hikmahnya.</p>
<p>Seminggu sebelum meninggal, kakek  yang memang sering duduk di ruang tamu, sering melihat ada orang berdiri di  depan jendela, berpakaian putih-putih. Mengawasi. Di siang hari. “Siapa sih itu  ?!”, seru kakekku. Kakek yang memang berdarah Madura, dengan berani keluar dari  rumah dan mencari orang itu.<br />
“Cari siapa ?”, tanya nenek dan bibiku.<br />
“Itu  lho, ada orang”, kata kakek. Nenek dan bibiku menjadi heran karena tidak pernah  melihat ada orang yang sering disebutkan kakek.</p>
<p>Pada Jumat pagi, kakekku  yang meski sudah sangat tua tapi tetap sehat dan memiliki daya ingat yang kuat  itu, tiba-tiba merasakan sesak nafas. Dadanya terasa sakit sekali dan beliau  sampai jatuh sambil memeluk nenekku. Kakek segera dibawa ke dokter umum. Namun  ternyata dokter tidak sanggup menangani, sehingga harus dibawa ke Rumah Sakit.  Di perjalanan, kakek berkata pada bibiku, “Tenang, usiaku masih panjang, sampai  90 tahun!”. Selama di perjalanan, kaki kakek sudah mulai dingin.</p>
<p>Di Rumah  Sakit, kiri dan kanan pinggang kakek dilubangi, dimasukkan selang untuk membuka  paru-paru, melancarkan pernafasan. Setiap obat yang disuntikkan, tidak bisa lagi  diterima oleh tubuh kakek. Mata dan kepalanya menjadi bengkak. Di saat itulah  kakek terduduk dan bertanya, “Siapa itu?!” Kakek mengatakan bahwa dirinya  melihat ada orang berbaju putih-putih lewat di hadapannya. Semua keluarga yang  menemaninya, menjadi bingung karena tidak melihat ada orang yang seperti  disebutkan kakek.</p>
<p>Dingin yang semula hanya di kaki, perlahan mulai  menjalar ke atas. Kakekku bisa merasakannya. Pamanku sudah bersiap-siap.  Mentalqin. Kakekku dengan lemah mengikuti. Saat dingin sudah sampai setengah  dada, kakek berkata, “Nggak, aku masih bisa sembuh!”. Seakan ingin melawan.  Entah beliau berbicara dengan siapa. Tapi setelah berkata itu&#8230;., beliau tiada.  Innalillahi wainnailaihi raji&#8217;un.</p>
<p>Keesokan harinya, di rumah kakek dan  nenekku tercium bau wangi. Wallahu’alam.. Semoga husnul  khatimah.</p>
<p>Mendengar cerita dari ayahku itu, membuatku termenung dan  benar-benar mendapat zikrul maut yang mantap. Entah apa yang dilihat oleh kakek  di saat sakaratul mautnya. Wallahu’alam juga, siapakah orang berbaju putih-putih  yang sering dilihat kakekku itu.</p>
<p>Di saat kita akan meninggal, memang  hijab yang ghaib menjadi terbuka. Di saat itulah, saat penentuan. Semoga Allah  swt mematikan kita dalam keadaaan husnul khatimah. Sebagai seorang muslim.  Kehidupan, demikian singkatnya. Kala malaikat maut menjemput, siapa yang mampu  menolak.</p>
<p>Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a bahwa  Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya, “Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah  manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang melihat  wajah seseorang, didapati orang itu ada yang masih tertawa. Maka berkata Izrail,  &#8220;Alangkah herannya aku melihat orang ini sedangkan aku diutus oleh Allah Ta&#8217;ala  untuk mencabut nyawanya tetapi dia masih bergelak tawa.”</p>
<p>Mungkin pada  hari-hari inipun, malaikat Izrail sudah bersiap-siap mendatangi rumah kita untuk  bersiap melaksanakan perintah Allah SWT. <img src='http://kusnaryadi.bedeng.com/wp-includes/images/smilies/kucing_malu.gif' alt=':nonono:' class='wp-smiley' />  <img src='http://kusnaryadi.bedeng.com/wp-includes/images/smilies/kucing_malu.gif' alt=':nonono:' class='wp-smiley' /> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/05/29/misteri-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kalau anda ingin bahagia coba renungkan</title>
		<link>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/04/28/kalau-anda-ingin-bahagia-coba-renungkan/</link>
		<comments>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/04/28/kalau-anda-ingin-bahagia-coba-renungkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 07:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kusnaryadi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/04/28/kalau-anda-ingin-bahagia-coba-renungkan/</guid>
		<description><![CDATA[Konsep Kebahagiaan dalam Islam
Oleh: Ustadz Abdul Latief
Kondisi  senantiasa bahagia dalam situasi apa pun, inilah. yang
senantiasa dikejar  oleh manusia. Manusia ingin hidup bahagia. Hidup
tenang, tenteram, damai, dan  sejahtera. Sebagian orang mengejar
kebahagiaan dengan bekerja keras untuk  menghimpun harta. Dia menyangka
bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat  kebahagaiaan.
Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konsep Kebahagiaan dalam Islam<br />
Oleh: Ustadz Abdul Latief</p>
<p>Kondisi  senantiasa bahagia dalam situasi apa pun, inilah. yang<br />
senantiasa dikejar  oleh manusia. Manusia ingin hidup bahagia. Hidup<br />
tenang, tenteram, damai, dan  sejahtera. Sebagian orang mengejar<br />
kebahagiaan dengan bekerja keras untuk  menghimpun harta. Dia menyangka<br />
bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat  kebahagaiaan.<br />
Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, pada kekuasaan.  Beragam cara<br />
dia lakukan untuk merebut kekuasaan. Sehab menurtnya kekuasaan  identik<br />
dengan kebahagiaan dan kenikmatan dalam kehidupan. Dengan  kekuasaan<br />
sesrorang dapat berbuat banyak. Orang sakit menyangka,  bahagia<br />
terletak pada kesehatan. Orang miskin menyangka, bahagia terletak  pada<br />
harta kekayaan. Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak  pada<br />
kekuasaan. Dan sangkaan-sangkaan lain.</p>
<p>Lantas apakah yang  disebut&#8221;bahagia&#8217; (sa&#8217;adah/happiness)?<br />
Selama ribuan tahun, para pemikir  telah sibuk membincangkan tentang<br />
kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sesuatu  yang ada di luar manusia, dan<br />
bersitat kondisional. Kebahagiaan bersifat  sangat temporal. Jika dia<br />
sedang berjaya, maka di situ ada kebahagiaan. Jika  sedang jatuh, maka<br />
hilanglah kebahagiaan. Maka. menurut pandangan ini tidak  ada<br />
kebahagiaan yang abadi dalam jiwa manusia. Kebahagiaan itu  sifatnya<br />
sesaat, tergantung kondisi eksternal manusia. Inilah gambaran  kondisi<br />
kejiwaan masyarakat Barat sebagai: &#8220;Mereka senantiasa dalam  keadaan<br />
mencari dan mengejar kebahagiaan, tanpa merasa puas dan menetap  dalam<br />
suatu keadaan.<br />
Islam menyatakan bahwa &#8220;Kesejahteraan&#8217; dan  &#8220;kebahagiaan&#8221; itu bukan<br />
merujuk kepada sifat badani dan jasmani insan, bukan  kepada diri<br />
hayawani sifat basyari; dan bukan pula dia suatu keadaan hayali  insan<br />
yang hanva dapat dinikmati dalam alam fikiran belaka.<br />
Keselahteraan  dan kebahagiaan itu merujuk kepada keyakinan diri akan<br />
hakikat terakhir yang  mutlak yang dicari-cari itu — yakni: keyakinan<br />
akan Hak Ta&#8217;ala — dan penuaian  amalan yang dikerjakan oleh diri<br />
berdasarkan keyakinan itu dan menuruti titah  batinnya.&#8217;<br />
Jadi, kebahagiaan adalah kondisi hati yang dipenuhi dengan  keyakinan<br />
(iman) dan berperilaku sesuai dengan keyakinannya itu. Bilal bin  Rabah<br />
merasa bahagia dapat mempertahankan keimanannya meskipun dalam  kondisi<br />
disiksa. Imam Abu Hanifah merasa bahagia meskipun harus dijebloskan  ke<br />
penjara dan dicambuk setiap hari, karena menolak diangkat menjadi<br />
hakim  negara. Para sahabat nabi, rela meninggalkan kampung halamannya<br />
demi  mempertahankan iman. Mereka bahagia. Hidup dengan keyakinan dan<br />
menjalankan  keyakinan.</p>
<p>Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah  kenikmatan<br />
hidup duniawi dan perhiasannva. Sedang apa yang di sisi Allah  adalah<br />
lebih baik dan lebih kekal. Apakah kamu tidak memahaminya?<br />
Menurut  al-Ghazali, puncak kebahagiaan pada manusia adalah jika dia<br />
berhasil mencapai  ma&#8217;rifatullah&#8221;, telah mengenal Allah SWT.<br />
Selanjutnya, al-Ghazali  menyatakan:<br />
&#8220;Ketahuilah bahagia tiap-tiap sesuatu bila kita rasakan  nikmat,<br />
kesenangan dan kelezatannya mara rasa itu ialah menurut  perasaan<br />
masing-masing. Maka kelezatan (mata) ialah melihat rupa yang  indah,<br />
kenikmatan telinga mendengar suara yang merdu, demikian pula  segala<br />
anggota yang lain dan tubuh manusia.<br />
Ada pun kelezatan hati ialah  ma&#8217;rifat kepada Allah, karena hati<br />
dijadikan tidak lain untuk mengingat  Tuhan. Seorang rakyat jelata akan<br />
sangat gembira kalau dia dapat herkenalan  dengan seorang pajabat<br />
tinggi atau menteri; kegembiraan itu naik  berlipat-ganda kalau dia<br />
dapat berkenalan yang lebih tinggi lagi misalnya  raja atau presiden.<br />
Maka tentu saja berkenalan dengan Allah, adalah puncak  dari segala<br />
macam kegembiraan. Lebih dari apa yang dapat dibayangkan  oleh<br />
manusia, sebab tidak ada yang lebih tinggi dari kemuliaan Allah.  Dan<br />
oleh sebab itu tidak ada ma&#8217;rifat yang lebih lezat daripada  ma&#8217;rifatullah.<br />
Ma&#8217;rifalullah adalah buah dari ilmu. Ilmu yang mampu  mengantarkan<br />
manusia kepada keyakinan. bahwa tiada Tuhan selain Allah&#8221; (Laa  ilaaha<br />
illallah). Untuk itulah, untuk dapat meraih kebahagiaan yang  abadi,<br />
manusia wajib mengenal Allah. Caranya, dengan mengenal  ayat-ayat-Nya,<br />
baik ayat kauniyah maupun ayat qauliyah.<br />
Banyak sekali  ayat-ayat al-Quran yang memerintahkan manusia<br />
memperhatikan dan memikirkan  tentang fenomana alam semesta, termasuk<br />
memikirkan dirinya  sendiri.<br />
Disamping ayat-ayat kauniyah. Allah SWT juga menurunkan  ayat-ayat<br />
qauliyah, berupa wahyu verbal kepada utusan-Nya yang terakhir,  yaitu<br />
Nabi Muhammad saw. Karena itu, dalam QS Ali Imran 18-19,  disebutkan,<br />
bahwa orang-orang yang berilmu adalah orang-orang yang bersaksi  bahwa<br />
&#8220;Tiada tuhan selain Allah&#8221;, dan bersakssi bahwa &#8220;Sesungguhnya  ad-Din<br />
dalam pandangan Allah SWT adalah Islam.&#8221;<br />
Inilah yang disebut ilmu  yang mengantarkan kepada peradaban dan<br />
kebahagiaan. Setiap lembaga  pendidikan. khususnya lembaga pendidikan<br />
Islam. harus mampu mengantarkan  sivitas akademika-nya menuju kepada<br />
tangga kebahagiaan yang hakiki dan abadi.  Kebahagiaan yang sejati<br />
adalah yang terkait antara dunia dan akhirat.<br />
Kriteria inilah yang harusnya dijadikan indikator utama, apakah  suatu<br />
program pendidikan (ta&#8217;dib) berhasil atau tidak.  Keberhasilan<br />
pendidikan dalam Islam bukan diukur dari berapa mahalnya uang  hayaran<br />
sekolah; berapa banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri  dan<br />
sebagainya. Tetapi apakah pendidikan itu mampu  melahirkan<br />
manusia-manusia yang beradab yang mengenal Tuhannya dan  beribadah<br />
kepada Penciptanya.<br />
Manusia-manusia yang berilmu seperti inilah  yang hidupnya hahagia<br />
dalam keimanan dan keyakinan: yang hidupnya tidak  terombang-ambing<br />
oleh keadaan. Dalam kondisi apa pun hidupnya bahagia, karena  dia<br />
mengenal Allah, ridha dengan keputusanNya dan berusaha  menyelaraskan<br />
hidupnya dengan segala macam peraturan Allah yang diturunkan  melalui<br />
utusan-Nya.<br />
Karena itu kita paham, betapa berbahayanya paham  relativisme kebenaran<br />
yang ditaburkan oleh kaum liberal. Sebab, paham ini  menggerus<br />
keyakinan seseorang akan kebenaran. Keyakinan dan iman adalah  harta<br />
yang sangat mahal dalam hidup. Dengan keyakinan itulah, kata  Igbal,<br />
seorang Ibrahim a.s. rela menceburkan dirinya ke dalam api.  Penyair<br />
besar Pakistan ini lalu bertutur hilangnya keyakinan dalam  diri<br />
seseorang. lebih buruk dari suatu perbudakan.<br />
Sebagai orang Muslim,  kita tentu mendambakan hidup bahagia semacarn<br />
itu; hidup dalam keyakinan:  mulai dengan mengenal Allah dan ridha,<br />
menerima keputusan-keputusan-Nva,  serta ikhlas menjalankan<br />
aturan-aturan-Nya. Kita mendambakan diri kita  merasa bahagia dalam<br />
menjalankan shalat, kita bahagia menunaikan zakat, kita  bahagia<br />
bersedekah, kita bahagia menolong orang lain, dan kita pun  bahagia<br />
menjalankan tugas amar ma&#8217;ruf nahi munkar.<br />
Dalam kondisi apa pun.  maka &#8220;senangkanlah hatimu!&#8221; Jangan pernah bersedih.<br />
&#8220;Kalau engkau kaya.  senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu<br />
terbentang kesempatan untuk  mengerjakan yang sulit-sulit melalui hartamu.<br />
&#8220;Dan jika engkau fakir miskin,  senangkan pulalah hatimu! Karena engkau<br />
telah terlepas dari suatu penyakit  jiwa, penyakit kesombongan yang<br />
sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah  hatimu karena tak ada<br />
orang yang akan hasad dan dengki kepadamu lagi,  lantaran kemiskinanmu&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur,  senangkan pulalah<br />
hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak  banyak<br />
mencacimu&#8230;&#8221;<br />
Mudah-mudahan. Allah mengaruniai kita ilmu yang  mengantarkan kita pada<br />
sebuah keyakinan dan kebahagiaan abadi, dunia dan  akhirat. Amin.<br />
<!--~-|**|PrettyHtmlStart|**|-~--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/04/28/kalau-anda-ingin-bahagia-coba-renungkan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Coba tampilkan foto</title>
		<link>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/04/21/coba-tampilkan-foto/</link>
		<comments>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/04/21/coba-tampilkan-foto/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 04:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kusnaryadi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/04/21/coba-tampilkan-foto/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kesibukan yang gak pernah ada ujungnya saya akan menampilkan foto-foto yang lucu.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kesibukan yang gak pernah ada ujungnya saya akan menampilkan foto-foto yang lucu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/04/21/coba-tampilkan-foto/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dalam perjalanan ngeblog</title>
		<link>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/04/14/dalam-perjalanan-ngeblog/</link>
		<comments>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/04/14/dalam-perjalanan-ngeblog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 03:44:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kusnaryadi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[haloooo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/04/14/dalam-perjalanan-ngeblog/</guid>
		<description><![CDATA[Sementara waktu saya masih dalam pembelajaran  ngeblog  dan baru lihat2 blog orang lain yg bagus2 ,semoga dalam waktu dekat
akan menjadi blok yg cukup bagus.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kusnaryadi.bedeng.com/files/2008/04/salma.jpg" title="foto"><img src="http://kusnaryadi.bedeng.com/files/2008/04/salma.thumbnail.jpg" alt="foto" /></a>Sementara waktu saya masih dalam pembelajaran  ngeblog  dan baru lihat2 blog orang lain yg bagus2 ,semoga dalam waktu dekat</p>
<p>akan menjadi blok yg cukup bagus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/04/14/dalam-perjalanan-ngeblog/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar</title>
		<link>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/03/02/test/</link>
		<comments>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/03/02/test/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 01:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kusnaryadi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/03/02/test/</guid>
		<description><![CDATA[Belajar ngetes dulu bagaimana ini. ? masih agak bingung sambil cari -cari yang cocok untuk diterapkan .
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kusnaryadi.bedeng.com/files/2008/04/salma1.jpg" title="foto"><img src="http://kusnaryadi.bedeng.com/files/2008/04/salma1.thumbnail.jpg" alt="foto" /></a>Belajar ngetes dulu bagaimana ini. ? masih agak bingung sambil cari -cari yang cocok untuk diterapkan .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/03/02/test/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>NYOBI RIYEN</title>
		<link>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/02/24/hello-world/</link>
		<comments>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/02/24/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 03:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kusnaryadi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Test ngeblok &#8230;&#8230;&#8230;?  wah susah juga ngeblok kalau gak ada yang mbimbing  namanya kan belajar  ??????
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Test ngeblok &#8230;&#8230;&#8230;?  wah susah juga ngeblok kalau gak ada yang mbimbing  namanya kan belajar  ??????</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kusnaryadi.bedeng.com/2008/02/24/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 5.150 seconds -->
